0

Repost IGN-Bioscience

Terima kasih Indonesian-German Network Bioscience (IGN-Bioscience) yang telah memberi endorsement pada kami Edukasi Sains Anak Indonesiadan buku “Magic Science”.

15094992_1648811548749844_2361946437339775897_n

Iklan
0

Pameran Indonesian Research and Innovation Expo 2016

Terima kasih pak kolonel, bunda-bunda, rekan-rekan dosen dan mahasiswa yang telah mampir di stan kami pada Pameran Indonesian Research and Innovation Expo 2016 Universitas Airlangga. Kami membuka stan selama 3 hari (10-12 November 2016) dan ternyata buku “Magic Science: Belajar Sains dengan Sulap” laris terjual! Mohon maaf bagi yang ingin membeli tetapi sudah kehabisan 

Bagi yang ingin memesan, bisa mengisi di link ini ya…
http://goo.gl/forms/1Y6crdjW3tH7n3c13

15016269_1648534418777557_477810049052007151_o   15094295_1648534435444222_1831267737053326140_n  15073517_1648534482110884_6401950711706779719_n

0

Mengapa anak-anak menjadi sangat stress terhadap suatu hal???

Menurut mereka, stress yang dialami oleh anak-anak yaitu ketika tidak bisa mengerjakan soal-soal matematika… atau keadaan gugup ketika maju di depan kelas… atau banyak tugas yang harus dikerjakan, ada matematika, fisika, biologi, tetapi bingung yang mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Bagaimana jika saya tidak bisa… apa yang akan terjadi pada saya… apa yang akan terjadi pada orang tua saya… berbagai macam pikiran seperti itulah yang membuat stress. Sikap perfeksionis menurut mereka adalah suatu sikap berusaha menjadi unggul dan ikut memikirkan ekspektasi dari orang lain. Berekspektasi memang baik untuk membangun diri kita, tetapi ekspektasi yang berlebihan dapat menyebabkan badan kita dalam kondisi “emergency” (darurat) dan menyebabkan terganggunya pikiran kita. 

Lalu bagaimana membantu mereka untuk mengatasi rasa stress??

Baca lebih lanjut

0

Tips memperkenalkan sains pada anak

Saya sering ditanya oleh para orang tua apa nasehat yang dapat saya berikan ke mereka untuk membantu anak-anak tertarik pada sains. Dan saya hanya menjawab, biarkan mereka.

Anak-anak terlahir dengan rasa penasaran. Saya tidak peduli tentang bagaimana kondisi ekonomi mereka, atau daerah dimana mereka dilahirkan, atau dari negara mana. Jika mereka adalah anak-anak, mereka akan penasaran dengan lingkungan di sekitar mereka. Dan mereka akan membuat orang dewasa pusing dan terganggu. Lalu apa yang dilakukan orang dewasa? Orang dewasa hanya bisa berkata, “Jangan petik bunganya, aku sudah membayar mahal untuk merawat bunga ini… Jangan main-main dengan telur, nanti pecah… “ Semuanya serba jangan. 

Kita mengajarkan mereka di tahun pertamanya untuk bisa berjalan dan berbicara, lalu kemudian kita melarangnya dan menyuruhnya untuk diam?
Jadi, biarkan mereka. Dan apa yang harus kita lakukan? Tugas kita adalah membantu mereka untuk mengeksplorasi apa yang di sekitar mereka.

Mengapa kita tidak meletakkan teropong binokuler dan letakkan selama 1 hari di sekitar mereka. Lihat mereka saat mereka mengambilnya. Mereka akan melakukan segala cara karena rasa penasarannya.

Pada usia 11, saya mempunyai teropong binokuler dan saya gunakan untuk melihat bulan. Bulan yang dilihat bukan saja lebih besar, tetapi penampakannya lebih jelas. Di bulan akan tampak gunung, lembah, kawah, bayangan, dan tampak seperti hidup. Kalau bulan purnama, kita tidak bisa melihat bayangannya. Kita harus menunggu hingga bulan separoh, atau bulan sabit. Ketika kita bisa melihat bayangannya, lihat batas antara bayangan yang gelap dan bagian bulan yang terang.
Pandangan saya tentang ilmu pengetahuan menjadi berubah dengan mengambil teropong binokuler dan melihat bulan dari binokuler tersebut. Inilah yang membuat saya mulai tertarik dengan alam semesta. Mungkin beberapa anak yang lainnya akan memulai hal tersebut dengan cara yang sama.

(Neil deGrasse Tyson, Astrophysicist)

0

Magic Potion

Membuat “magic potion” atau yang bisa disebut “larutan sihir” sangat menarik untuk dibuat oleh anak-anak. Dan ternyata membuat larutan yang penuh gelembung busa ini sangat mudah. Hanya mencampurkan hidrogen peroksida (cairan pemutih baju) dengan sabun cair diaduk, kemudian campurkan ragi yang telah dilarutkan dengan air hangat… dan yang terjadi adalah larutan gelembung dengan penuh busa akan keluar dari gelas seperti larutan sihir!

(jangan lupa siapkan alas sebelum menuangkan larutan ragi ke dalam larutan hidrogen peroksida)

Mengapa hal ini bisa terjadi ???
Yeast adalah sebagai katalisator dan akan merusak hidrogen peroksida (hydrogen peroxide). Larutan gelembung mengentalkan tegangan permukaan, menangkap oksigen yang bersembunyi di dalam gelembung-gelembung busa.

Selamat berakhir pekan 😉