Mari lakukan revolusi pendidikan

Ini adalah krisis sumber daya manusia. Banyak orang yang tidak mempunyai “sense” dari bakat yang dia miliki.

Di dunia ini, ada 2 macam orang. Pertama, mereka yang tidak menikmati apa yang dia kerjakan, terpaksa melakukannya, dan memilih untuk menahannya daripada menikmatinya sampai akhir pekan tiba.

Ada juga orang yang mencintai apa yang dia kerjakan, dan tidak terpikir untuk melakukan hal lain. Karena ini bukan tentang apa yang dia lakukan, tetapi ini tentang siapa dia, inilah saya. Mungkin orang-orang seperti ini masih dalam lingkup minoritas. Tetapi hal ini bisa dijelaskan, khususnya dari segi edukasi. Karena edukasi dapat mengubah cara pandang seseorang tentang bakat yang dia miliki. Sumber daya manusia itu seperti sumber daya alam yang sangat dalam. Anda harus mencarinya jauh ke dalam, dan tidak hanya ada di sekitar permukaan saja. Anda harus membuat keadaan supaya sumber daya yang anda miliki itu muncul.

Mungkin anda berpikir bahwa edukasi yang ada sekarang akan menjadikan manusia seperti itu. Tapi pada kenyataannya tidak. Sistem edukasi di dunia saat ini sifatnya hanya “reformasi”, dan ini tidak cukup. Yang kita butuhkan untuk edukasi bukan hanya sekedar “evolusi”, tetapi “revolusi” dalam edukasi. Dan ini harus bertransformasi menjadi sesuatu yang lain. Satu hal yang menantang, adalah menemukan inovasi yang fundamental dalam edukasi. Inovasi itu susah, karena artinya melakukan sesuatu yang orang lain juga tidak mudah melakukannya.

Kita telah membangun sistem edukasi dengan model “fast-food”, maksudnya segala sesuatunya sudah ada standarisasinya. Faktanya, segala sesuatu itu tidak bisa distandarisasi, segala sesuatunya harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kita harus mengakui bahwa bakat setiap manusia itu berbeda dan beragam. Ini bukan hanya sekedar masalah bakat saja, tetapi ini berhubungan dengan “passion”, apa yang menjadi spirit dan apa yang menjadi energi kita. Karena jika kita melakukan sesuatu yang kita sukai, dan yang kita kuasai, waktu yang akan mengarah pada seluruh aktifitas tersebut. Maksudnya, kita melakukan hal yang tidak kita sukai, 5 mins akan terasa sejam.

Alasan orang keluar dari sistem edukasi adalah tidak cocok dengan energi dari passion kita. Maka dari itu kita harus mengubah cara pandang kita, dari sistem edukasi di jaman revolusi industri menjadi sistem edukasi dengan prinsip pertanian. Kita harus menyadari bahwa kesuburan sumber daya manusia itu bukan dari proses mekanik, tetapi proses organik. Kita tidak dapat memprediksi hasil dari perkembangan manusia. Yang bisa kita lakukan adalah seperti seorang petani, membuat kondisi yang subur. Menyesuaikan dengan kondisi dan mengembangkan edukasi yang personal. Mungkin ini jawaban untuk masa depan, karena ini bukan hanya sekedar membuat solusi baru. Tetapi ini tentang perubahan dari edukasi tersebut. Dimana seseorang dapat membuat solusi sendiri, dengan support dari sekitarnya, berdasarkan kurikulum personal. Dan ini sebenarnya bukan hanya untuk kita sendiri, tetapi untuk generasi selanjutnya.
Rangkuman sebagian ceramah edukasi dari TED judulnya “Bring on the learning revolution oleh seorang educationalist, Sir Ken Robinson.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s