Tips memperkenalkan sains pada anak

Saya sering ditanya oleh para orang tua apa nasehat yang dapat saya berikan ke mereka untuk membantu anak-anak tertarik pada sains. Dan saya hanya menjawab, biarkan mereka.

Anak-anak terlahir dengan rasa penasaran. Saya tidak peduli tentang bagaimana kondisi ekonomi mereka, atau daerah dimana mereka dilahirkan, atau dari negara mana. Jika mereka adalah anak-anak, mereka akan penasaran dengan lingkungan di sekitar mereka. Dan mereka akan membuat orang dewasa pusing dan terganggu. Lalu apa yang dilakukan orang dewasa? Orang dewasa hanya bisa berkata, “Jangan petik bunganya, aku sudah membayar mahal untuk merawat bunga ini… Jangan main-main dengan telur, nanti pecah… “ Semuanya serba jangan. 

Kita mengajarkan mereka di tahun pertamanya untuk bisa berjalan dan berbicara, lalu kemudian kita melarangnya dan menyuruhnya untuk diam?
Jadi, biarkan mereka. Dan apa yang harus kita lakukan? Tugas kita adalah membantu mereka untuk mengeksplorasi apa yang di sekitar mereka.

Mengapa kita tidak meletakkan teropong binokuler dan letakkan selama 1 hari di sekitar mereka. Lihat mereka saat mereka mengambilnya. Mereka akan melakukan segala cara karena rasa penasarannya.

Pada usia 11, saya mempunyai teropong binokuler dan saya gunakan untuk melihat bulan. Bulan yang dilihat bukan saja lebih besar, tetapi penampakannya lebih jelas. Di bulan akan tampak gunung, lembah, kawah, bayangan, dan tampak seperti hidup. Kalau bulan purnama, kita tidak bisa melihat bayangannya. Kita harus menunggu hingga bulan separoh, atau bulan sabit. Ketika kita bisa melihat bayangannya, lihat batas antara bayangan yang gelap dan bagian bulan yang terang.
Pandangan saya tentang ilmu pengetahuan menjadi berubah dengan mengambil teropong binokuler dan melihat bulan dari binokuler tersebut. Inilah yang membuat saya mulai tertarik dengan alam semesta. Mungkin beberapa anak yang lainnya akan memulai hal tersebut dengan cara yang sama.

(Neil deGrasse Tyson, Astrophysicist)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s